Langsung ke konten utama

Resume 2 "Konteks Sosial dan Perkembangan Sosioemosional"

Konteks Sosial dan Perkembangan Sosioemosional

1. Teori-teori Kontemporer

1.      Teori Ekologi Bronfenbrenner
a.       Mikrosistem, individu menghabiskan waktu bersama keluarga, teman sebaya, sekolah, dan tetangga. Individu berinteraksi langsung. Murid berinteraksi secara timbal balik dengan orang lain dan membantu mengkonstruksi.
b.      Mesosistem, berkaitan dengan mikrosistem. Misalnya saja hubungan pengalaman dikeluarga dan pengalaman disekolah. Hal ini berdampak pada prestasi murid dari SMP akhir dan SMA awal (Epstein, 1983). Anak yang diberi kebebasan untuk berpendapat di rumah dan disekolah, akademik dan inisiatifnya lebih baik.
c.       Ekosistem, dimana pengalaman murid dan pengalaman guru berada dalam konteks mereka sendiri. Misalnya dewan sekolh dan dewan pemelihara taman sekolah. Mereka yang menentukan kualitas dan fasilitas sekolah yang bisa saja menghambat dan menunjang perkembangan anak.
d.      Makrosistem, mencakup peran etnis dan faktor sosioekonomi dalam perkembangan anak. Aspek dari status sosioekonomi ialah faktor perkembangan dalam kemiskinan. Kemiskinan dapat mempengaruhi perkembangan anak, tetapi ada juga anak yang tetap ulet walau dalam kemiskinan.
e.       Kronosistem, kondisi sosiohistoris dari perkembangan anak. Misalnya, murid sekarang adalah generasi pertama yang tumbuh dalam lingkungan teknologi elektronik. Brofenbrenner konsen dalam hal ini kerena penting sebagai sitem lingkungan

Teori Perkembangan Rentang Hidup Erikson
TAHAP
PERIODE PERKEMBANGAN
Integritas  vs  putus asa
Dewasa akhir ( 60 tahun keatas )
Generatif  vs  Stagnasi
Dewasa pertengahan ( usia 40-50 tahun )
Intimasi  vs  Isolasi
Dewasa awal ( usia 20-30 tahun)
Identitas  vs  Kebingungan Identitas
Remaja (usia 10-20 tahun )
Usaha  vs  Inferioritas
Kanak-kanak petengahan dan akhir (SD, 6tahun-pubertas )
Inisiatif  vs  rasa bersalah
Kanak-kanak awal ( prasekolah, 3-5 tahun )
Otonomi  vs  malu dan ragu
Masa bayi ( tahun kedua )
Percaya  vs  tidak percaya
Bayi ( tahun pertama )

2. Konteks Sosial Dalam Perkembangan
1.      a. KELUARGA
Anak-anak tumbuh dalam keluarga yang berbeda-beda. Situasi yang bervariasi ini akan mempengaruhi perkembangan anak dan mempengaruhi murid di dalam dan di luar ruang kelas (Cowan & Cowan, 2002; Morrison & Cooney, 2002). Baumrind mengatakan bahwa ada empat gaya pengasuhan, yaitu :
·         Authoritarian parenting, bersifat membatasi dan menghukum. Anak diminta utnuk mengikuti pentunjuk mereka dan menghormati mereka. Alhasil, anak cenderung cemas dan tidak bebas dalam bersosialisasi serta komunikasinya buruk.
·         Authoritative parenting, mendorong anak untuk independen namun tetap membatasi dan mengontrol tindakan anak. Bertukar pendapat terjadi dalam gaya ini. Alhasil, anak akan mandiri, mudah bergaul, dan tidak cepat puas akan apa yang dimilikinya. Gaya ini sangat didukung oleh Baumrind.
·         Neglectful parenting, orang tua tidak aktif dalam kehidupan anaknya dan cenderung mengabaikan anaknya. Alhasil, anak cenderung tidak berkompeten secara sosial, kurang pengontrolan diri, tidak cukup mandiri, dan tidak termotivasi untuk berprestasi.
·         Indulgent parenting, orang tua sangat terlibat dalam kehidupan anak, tetapi tidak meberi banyak batasan atau kekangan dan cenderung membiarkan anak melakukan kesenangannya. Alhasil, pengontrolan diri anak tidak stabil.

2.      b. TEMAN SEBAYA
Hubungan teman sebaya yang baik dibutuhkan untuk perkembangan normal (Howes & Tonyan 2000; Rubin, 2000). Isolasi sosial atau ketidakmampuan untuk “nyambung” dengan jaringan sosial akan memunculkan problem (Kupersmidt & Coie, 1990).

Persahabatan
Keuntungannya :
·         Kebersamaan
·         Dukungan fisik
·         Dukungan ego
·         Intimasi/kasih sayang

3.      SEKOLAH
Anak banyak mengahabiskan waktu di sekolah yang sangat mempengaruhi perkembangan sosioemosional anak.
Tiga ciri sekolah istimewa :
·         Mau dan mampu menyesuaikan semua kegiatan sekolah dengan variasi individual dalam perkembangan kognitif, fisik, dan sosioemosional.
·         Memandang serius perkembangan remaja muda (young adolescent)
·         Memberi banyak perhatian perkembangan sosioemosional dan kognitif. Hal ini karen remaja sering rapuh secara emosional saat memperluas dunia sosialnya

Perkembangan Sosioemosional

1.      DIRI
Ada empat tipe identitas diri :
·         Identity diffusion, individu belum mengalami krisis atau belum berkomitmen
·         Identity foreclosure, individu membuat komitmen tetapi belum mengalami krisis. Anak remaja tidak punya cukup kesempatan mengeksplorasi
·         Identity moratorium, individu berada ditengah krisis tapi komitmen mereka tidak ada atau masih samar
·         Identity achievement, individu megalami krisis dan telah berkomitmen

2.      PERKEMBANGAN MORAL
Hanya sedikit orang yang netral terhadap perkembangan moral. Banyak orang tua yang khawatir jika anak mereka tumbuh tanpa membawa nilai tradisional

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Psikologi Pendidikan

Learning atau belajar merupakan proses perubahan perilaku yang relatif permanen yang disebabkan oleh pengalaman. Tidak semua yang kita tahu diperoleh melalui belajar. Kita mewarisi beberapa kemampuan yang ada sejak lahir seperti menelan makanan, berteriak atau berkedip saat silau. Terdapat tiga macam pendekatan dalam belajar yaitu: 1. Classical Conditioning adalah tipe pembelajaran dimana suatu organisme belajar mengaitkan atau mengasosiasikan suatu stimuli. Dalam pengondisian klasik, stimulus netral diasosiasikan dengan stimulus tidak terkondisi yang akan menghasilkan respon terkondisi. Contoh :  a. Awalnya ketika saya mendengar bunyi "tok-tok" di depan rumah, saya tidak merespon. Kemudian setelah berulang-ulang, suara "tok-tok" ternyata selalu ditandai dengan kedatangan tukang miesop, maka setiap mendengar suara "tok-tok" saya sudah berpikir bahwa itu tukang miesop. b. Seorang anak ingin bangun pukul 4 pagi karena ingin belajar, sehingga ia...

"Perbedaan Andragogi & Pedagogi"

Aspek Fundamental Andragogi : teori belajar untuk kebutuhan khusus orang dewasa yang cenderung lebih mandiri dan tanggung jawab. Pedagogi : teori belajar untuk kebutuhan anak-anak Malcolms S. Knowles (1970) membedakan pedagogi dan andragogi sebagai berikut: ANDRAGOGI PEDAGOGI Pembelajar disebut “pelajar” Pembelajar disebut “siswa” Gaya belajar independen Gaya belajar dependen Tujuan fleksibel Tujuan ditentukan sebelumnya Peserta didik memiliki pengalaman untuk berkontribusi Siswa kurang informasi Metode pelatihan aktif Metode pelatihan pasif, seperti metode kuliah/ceramah Pembelajaran mempengaruhi waktu dan kecepatan Guru mengontrol waktu dan kecepatan Keterlibatan peserta didik sangat penting Peserta berkontribusi sedikit atas pengalamannya Belajar berpusat pada masalah kehidupan nyata ...

"Pelajar Tidak Biasa"

Hai guys! udah lama aku ga ngepost yak. Hm bentar lagi aku uas, so ini dia nih resume dari materi yang udah aku pelajari selama semester 2 tepatnya after UTS kemaren, di baca ya guys, gaada dampak negatif dari membaca kok, yang ada ilmu kalian bakalan nambah:)  Pelajar yang tidak biasa adalah anak yang memiliki ketidakmampuan dalam belajar namun tergolong anak yang cerdas. Ketidakmampuan : 1.        Disability : keterbatasab fungsi yang membatasi kemampuan seseorang 2.        Handicap : kondisi yang dinisbahkan pada seseorang yang menderita ketidakmampuan Pengelompokkan ketidakmampuan : 1.        Gangguan Indera ·          Gangguan penglihatan : hal terpenting dalam mengajar anak gangguan ini yaitu menentukan modalitas seperti sentuhan atau pendengaran (Bowe, 2000). ·          Gangguan pend...